
Diantara sebab tertolaknya do’a adalah :
1. Qalbu(Hati) yang lalai, yang maksiat, dan ragu kepada Allah SWT. Rasul SAW bersabda : “berdo’alah kepada Allah dalam kondisi engkau yakin do’a tersebut diijabah. Ketahuilah bahwa Allah tidak menerima do’a yang berasal dari qalbu yang lalai dan alpha” (HR Tirmidzi)
2. Memakan atau mengkonsumsi sesuatu yang haram, Nabi SAW bersabda, “ada seseorang yang melakukan perjalanan, rambutnya kusut, pakaiannya lusuh, ia mengangkat tangannya kelangit, “wahai Tuhan..’ Sementara makanannya haram,minumannya haram, pakaianya haram dan nutrisinya dari yang haram. Bagaimana mungkin do’a nya diterima ?!”(HR Muslim)
1. Qalbu(Hati) yang lalai, yang maksiat, dan ragu kepada Allah SWT. Rasul SAW bersabda : “berdo’alah kepada Allah dalam kondisi engkau yakin do’a tersebut diijabah. Ketahuilah bahwa Allah tidak menerima do’a yang berasal dari qalbu yang lalai dan alpha” (HR Tirmidzi)
2. Memakan atau mengkonsumsi sesuatu yang haram, Nabi SAW bersabda, “ada seseorang yang melakukan perjalanan, rambutnya kusut, pakaiannya lusuh, ia mengangkat tangannya kelangit, “wahai Tuhan..’ Sementara makanannya haram,minumannya haram, pakaianya haram dan nutrisinya dari yang haram. Bagaimana mungkin do’a nya diterima ?!”(HR Muslim)
3.Putus asa dalam berdo’a karena tergesa gesa, Rasul SAW bersabda, “Do’a kalian diijabah selama tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata, “aku sudah berdo’a tapi belum dikabulkan juga.”(HR Muttafaq Alaih)
Itu sejumlah hal yang bisa membuat do’a tidak diterima. Kita melakukan sejumlah ibadah dimana ibadah dan amal sholeh merupakan sarana yang memperlancar terkabulnya do’a. karenanya, kalau kita sudah banyak ibadah dan beramal, lalu meninggalkan dosa dan barang haram, yakinlah bahwa do’a anda terkabul.
Hanya saja cara Allah mengabulkan do’a sesuai dengan kehendak-Nya, bukan dengan kehendak kita. Serta pada waktu yang Dia tentukan, bukan waktu yang kita tentukan. Kadang Allah langsung mengabulkan do’a tersebut. Kadang Allah simpan untuk diberikan diakhirat, atau bisa juga Allah ganti dengan melenyapkan keburukan yang setara dengan do’a yang dipanjatkan.
Jadi yang terpenting adalah berdo’a dan berdo’a. Sebab dengan berdoa minimal kita mendapatkan pahala dan terhindar dari golongan orang sombong yang tidak mau berdoa kepada Allah. Setelah itu, yakinlah bahwa doa tersebut pasti dikabulkan dengan cara Allah selama kita menjauhi dosa dan hal yang haram.