CIHAMPELAS - Cucu Krisnawati, warga Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, yang pulang bersama ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan menggunakan kapal Labobar pada Rabu (5/5/2011), mengungkapkan kisahnya.
Perempuan berusia 33 tahun ini mengaku, majikannya itu setiap hari mengharuskan dia berpenampilan seksi dan terbuka.
Padahal, usia majikannya sekitar 50-an dan memiliki tiga anak, namun, tidak memiliki suami.
"Saya baru tiga bulan, tapi tidak kuat bekerja kepada majikan yang tidak baik. Dia pernah memukul saya, dan saya menduga dia lesbi karena seringkali mengatur penampilan saya. Bahkan, dia pernah beberapa kali tidur di perut saya," kata istri dari Komarudin ini kepada Tribun melalui sambungan telepon, Kamis (5/5/2011).
Hubungan Sesama Jenis
Karena tidak kuat diperlakukan seperti itu, Cucu akhirnya memilih kabur dari rumah majikannya. "Majikan selalu mengunci pintu dan kuncinya dibawa. Saya bisa kabur karena saya mengelabuinya. Baru tiga bulan saya bekerja, tapi belum pernah digaji. Akhirnya saya kabur ke Mekkah."
"Dia pernah mengajak saya untuk melakukan hubungan badan. Katanya tidak akan hamil. Tapi saya masih normal dan menolaknya," ungkap Cucu, yang sudah lima tahun lebih, bekerja di Jeddah, Arab Saudi.
Dianiaya
Kasus TKW asal Indonesia kabur dari tempat kerja juga terjadi di Malaysia.
Sebelumnya, sekitar 60 orang TKW berbagai daerah di Malaysia dilaporkan kabur ke kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk meminta pertolongan.
Mereka mengaku sudah tidak tahan dengan penganiyaan yang dilakukan para majikan mereka di negeri jiran tersebut.
Hal itu diketahui saat sejumlah anggota Komisi IX, X, XI DPR RI dan Syafruddin Abdul Rohim, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karimun melakukan kunjungan ke kantor KJRI di Johor Bahru, Malaysia, beberapa waktu lalu.
Sedikitnya 60 orang TKW dengan berbagai kasus tersebut ditampung di sana.
Syafruddin AR kepada Tribun, Jumat (26/11/2010) menuturkan, 60 orang TKW yang ditampung tersebut kebanyakan mengeluhkan perlakuan kasar dari majikan mereka seperti tindakan penganiayaan, pelecehan seksual dan bekerja tanpa digaji beberapa tahun lamanya.
Bahkan ada yang sempat mengalami putus di bagian telinga kanan dan hamil akibat perkosaan.
"Saat kunjungan tersebut, didapati banyak TKW yang ditampung tersebut kabur dari majikan mereka untuk minta diselamatkan oleh KJRI. Mereka umumnya sudah tidak tahan dengan perlakuan majikan mereka. Bahkan ada yang mengalami kuping telinga sebelah kanannya hampir putus diduga karena digigit oleh majikan mereka. Sementara satu orang lagi, ada yang sampai melahirkan di KJRI akibat hamil diperkosa. Kasus Sumiati tersebut hanya sebagian kecil saja dan itu pun yang hanya terekspos media," ujar Syafruddin AR.
(Sumber: bunnews.com)